Beras Putih menjadi penyebab diabetes

Nasi Putih meningkatkan Resiko Diabetes

Jakarta (ANTARA News) – Ahli Teknologi Pangan Prof FG Winarno mengatakan, peningkatan konsumsi beras dari tahun ke tahun mendorong kenaikan jumlah penderita diabetes di Indonesia, bukan hanya usia dewasa dan tua melainkan juga anak-anak.

“Konsumsi beras di Indonesia mencapai 139 kilogram per orang per kapita, sedangkan Malaysia hanya 80 kilogram per orang per kapita. Sementara kebutuhan beras tidak pernah tercukupi sehingga dibutuhkan impor dari negara lain,” katanya usai penyerahan dana penelitian Indofood Riset Nugraha kepada 45 mahasiswa di Jakarta, Rabu.

Dikatakannya sebagai akibat konsumi beras tinggi yang tidak dibarengi dengan upaya penganekaragaman pangan, kebutuhan akan beras menjadi sebuah ketergantungan dari anak-anak hingga usia dewasa sehingga berdampak pada peningkatan jumlah penderita diabetes.

Saat ini, Indonesia merupakan negara nomor 4 dengan penderita diabetes melitus terbanyak di dunia. Penyebabnya selain faktor genetik, juga dipengaruhi pola makan dan gaya hidup masyarakat yang menjadi penyebab utama lonjakan jumlah penderita penyakit tersebut.

Menurut dia, masyarakat saat ini hanya mengenal beras sebagai makanan pokok dan bukan didorong untuk memanfaatkan sumber pangan alternatif yang beraneka ragam dimiliki masyarakat Indonesia dari ujung barat sampai ke timur.

“Bahkan program beras miskin (raskin) hingga kini terus berjalan dan hal ini sama saja dengan menghancurkan konsep keanekaragaman pangan,” katanya.

Lebih lanjut ahli teknologi pangan dari IPB tersebut mengatakan untuk mengurangi konsumsi beras, dilakukan penganekaragaman makanan pokok yang didukung melalui riset.

“Industri sudah banyak yang memelopori di antaranya Indofood Riset Nugraha. Program ini sudah berjalan 10 tahun dengan memberikan dana penelitian kepada mahasiswa yang memiliki ide-ide menarik serta mampu mengusulkan rencana riset sesuai dengan tema yang diberikan,” katanya.

Ia mengakui dalam 10 tahun terakhir tema riset diarahkan pada 10 komoditi, yakni gandum/terigu, jagung, ubi jalar, pisang, singkong, kelapa sawit, garut dan gayong, kentang, kedelai, susu beserta turunannya.

Namun untuk tahun-tahun mendatang riset akan diarahkan pada produk hasil laut sebab sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan sehingga sepatutnya mulai dikembangkan penganekaragaman pangan dari produk-produk hasil laut seperti rumput laut, belut laut, dan sebagainya untuk diajdaikan tepung, penambah rasa, produk makanan siap konsumsi dan sebagainya, katanya.

Sebelumnya sebanyak 45 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia menerima bantuan dana penelitian Indofood Riset Nugraha. Program ini merupakan bentuk penghargaan yang diberikan kepada peneliti unggul, khususnya dalam bidang yang terkait dengan ketahanan pangan nasional.

Direktur PT Indofood CBP Sukses Makmur Suaimi Suriady mengatakan, Indofood Riset Nugraha (IRN) dilaksanakan guna mendorong dan mengembangkan budaya meneliti di kalangan generasi muda. Untuk melaksanakan program ini, Indofood menyiapkan total anggaran sebesar Rp 1,2 miliar.

“Kami berharap IRN dapat memotivasi mahasiswa agar terus berkarya mengembangkan ide dan pemikiran mereka melalui penelitian yang berkualitas, khususnya di bidang keanekaragaman pangan, yang pada akhirnya dapat bermanfaat bagi bangsa,” katanya.

Sumber : www.antaranews.com/berita/313359/ahli-peningkatan-konsumsi-beras-dorong-diabetes

Share