Merawat Keluarga dengan Diabetes Melitus

Askep Diabtes Melitus
Askep Diabtes Melitus

Diabetes melitus merupakan penyakit yang mengerikan karena dapat menyebabkan kematian. Selain itu banyak dokter berpendapat bahwa diabetes mellitus tidak dapat disembuhkan secara 100% karena ada kemungkinan gula darah akan naik tinggi kembali. Jika ada anggota anda yang terdiagnosis menderita diabetes melitus, anda harus kerja ekstra karena pasien dengan diabetes melitus memerlukan perawatan yang khusus dan cukup lama. Karena itu, ada baiknya jika anda belajar tentang apakah diabetes itu, apa penyebabnya, dan cara mengobatinya.

Ada baiknya jika anda juga mempelajari askep diabetes melitus  ( asuhan keperawatan ) agar anda mengetahui apa yang dilakukan perawat dalam merawat pasien dengan diabetes melitus. Walaupun anda bukanlah seorang perawat professional, tetapi pengetahuan ini sangatlah penting untuk menunjang perawatan pasien. Saat anda mempelajari askep atau asuhan keperawatan diabetes melitus, anda harus mengetahui pengertian diabetes melitus, gejala-gejala yang terjadi, pemeriksaan penunjang yang dilakukan, komponen penting dalam penatalaksanaan askep, pengkajian pasien, diagnosa keperawatan dan intervensi yang harus dilakukan.

Pengertian Diabetes Melitus dan Gejalanya

Diabetes melitus adalah penyakit yang diakibatkan oleh peningkatan kadar gula darah akibat kurangnya insulin dan disertai oleh kelainan-kelainan metabolik yang dapat menimbulkan komplikasi. Kekurangan insulin ini dapat merupakan kekurangan insulin absolut atau kekurangan insulin relatif.

Gejala penyakit diabetes mellitus berbeda-beda antara satu pasien dan lainnya. Namun pada umumnya, pasien akan mengalami rasa lelah, kesemutan, kram, mudah mengantuk, mata kabur, banyak makan, sering buang air kecil, berat badan turun, gatal pada kemaluan wanita, penurunan kemampuan seksual, dan gangguan pertumbuhan pada anak-anak.

Pemeriksaan laboratrium sangatlah dibutuhkan untuk mengetahui apakah pasien menderita diabetes mellitus atau tidak. Standar yang ditetapkan oleh WHO dalam menentukan diabetes melitus adalah:

  • Lebih besar dari 200mg/dl untuk pemeriksaan glukosa darah 2 jam setelah makan atau yang dilakukan tanpa puasa.
  • Lebih besar dari 140 mg/dl untuk pemeriksaan glukosa darah dengan puasa 8 jam  sebelumnya.

Askep Diabetes Melitus di Rumah

Saat pasien berada dirumah sakit, askep diabetes melitus  terhadap pasien dilakukan sepenuhnya oleh perawat rumah sakit. Setelah kondisi pasien berangsur pulih, dokter akan memeriksa dan jika memungkinkan dokter akan menginjinkan pasien untuk dibawa pulang. Saat dirumah, askep diabetes melitus  pasien dilakukan oleh keluarga dan siapapun yang tinggal dirumah tersebut. Hal ini tentu tidaklah mudah, apalagi jika anda tidak memiliki latar belakang medis. Tetapi ada beberapa hal yang dapat anda lakukan dan jangan lupa untuk mengikuti saran dan petunjuk dari dokter.

Hal terpenting yang harus dilakukan dalam merawat pasien adalah pengaturan pola makan. Karena diabetes melitus dikenal dengan nama kencing manis, banyak yang beranggapan bahwa pasien tidak boleh mengkonsumsi gula. Hal ini tidak salah, tetapi bukan hanya gula yang dilarang, pasien juga harus mengurangi konsumsi makanan dengan karbohidrat tinggi, seperti nasi, mi, dan roti. Hal ini sangatlah penting karena karbohidrat akan dirubah menjadi glukosa (gula) dalam tubuh. Tetapi bukan berarti pasien tidak boleh mengkonsumsi karbohidrat sama sekali, karena tubuh masih memerlukan energi dari karbohidrat tersebut. Anda harus membuat diet diabetes yang seimbang dengan menambahkan porsi sayuran dan buah-buahan.

Pada saat keluar dari rumah sakit, dokter akan memberikan obat untuk terapi penyakit diabetes tersebut. Anda harus memberikan obat tersebut sesuai dengan dosis yang ditentukan karena, jika anda tidak mengikuti aturannya, obat tersebut tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya atau justru mengakibatkan masalah baru.

Kita mengetahui bahwa obat memiliki efek samping yang tidak baik bagi tubuh. Karena itu lebih baik jika anda menjauhi obat-obat, terutama obat sintetik (kimia). Salah satu pilihan yang bisa anda lakukan untuk menjauhi obat-obatan adalah mengikuti terapi diabetes herbal sebagai alternatif untuk penyembuhan diabetes atau mengkonsumsi suplemen diabetes yang baik untuk mengatasi diabetes.

Di pasaran, terdapat banyak suplemen untuk mengatasi diabetes. Namun, anda harus berhati-hati karena banyak produk suplemen yang hanya bertujuan untuk menipu anda. Ada baiknya jika anda konsultasikan dengan dokter tentang manfaat dan kegunaaan suplemen tersebut.

Saat ini, ada sebuah produk suplemen yang telah terbukti dapat mengatasi diabetes melitus dan bahkan telah direkomendasikan oleh banyak dokter di dunia. Produk supplement tersebut adalah Tahitian Noni Bioaktif atau Minuman Bioaktif dari  buah noni asal Tahiti.

Tahitian Noni Bioactive

Tahitian Noni Bioactive

Minuman bioaktif  noni dari Tahiti ini sangatlah efektif untuk mengatasi diabetes karena buah noni mengandung zat yang disebut proxeronine. Proxeronine ini adalah zat yang apabila diserap oleh tubuh akan dirubah menjadi xeronine dengan bantuan enzim proxeroninase dan serotonin. Xeronin ini adalah zat alkanoid yang dapat membesarkan pori-pori dinding sel tubuh sehingga nutrisi lebih mudah masuk kedalam sel tubuh. Zat ini dapat meregenerasi sel, sehingga sel-sel yang telah mati dapat aktif kembali. Pada penyakit diabetes melitus, fungsi zat ini adalah meregenerasi sel beta pangkreas untuk mengembalikan kemampuan pankreas memproduksi insulin. Saat pankreas kembali memproduksi insulin, pasien tidak perlu lagi mengkonsumsi obat-obatan yang berbahaya. Selain itu, produk suplemen jus buah noni ini juga mengandung anggur dan blueberry sehingga menambah jumlah nutrisi yang terkandung didalamnya, termasuk vitamin, mineral, asam amino, anti oksidan, dan bahan-bahan lainnya yang sangatlah berguna bagi tubuh manusia. Dengan meminum jus tersebut, pasien tidak hanya tertolong dari diabetes melitus, tetapi juga mendapatkan kesehatan secara keseluruhan.

Kunci dari keberhasilan perawatan diabetes melitus di rumah adalah mengikuti seluruh aturan yang diberikan dokter dan konsistensi terhadap perawatan yang harus diberikan. Anda pasti sangat menyayangi keluarga anda tersebut, tetapi jangan sampai rasa sayang itu menjadikan anda lemah dan membiarkan pasien tidak mengikuti perawatan yang harus dilakukan.

Share